Desa Wisata Populer yang Wajib Dikunjungi di Indonesia

Desa Wisata Populer
Desa Arborek, Raja Ampat

Indonesia tidak hanya memiliki pantai, gunung, dan kota wisata yang menarik. Di berbagai daerah, terdapat banyak desa yang berkembang menjadi destinasi wisata populer dengan menawarkan pengalaman yang berbeda dari wisata konvensional.

Wisatawan tidak hanya datang untuk melihat pemandangan, tetapi juga dapat berinteraksi dengan masyarakat, mempelajari budaya, menikmati kuliner lokal, hingga merasakan kehidupan pedesaan secara langsung.

Konsep desa wisata semakin menarik karena menawarkan perjalanan yang lebih dekat dengan masyarakat dan kearifan lokal. Wisatawan dapat menikmati destinasi secara lebih autentik sekaligus ikut memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat setempat.

Pemerintah melalui Jejaring Desa Wisata juga terus mendorong pengembangan desa wisata terpopuler sebagai bagian dari pariwisata yang berkelanjutan.

Beberapa desa wisata bahkan telah memperoleh pengakuan internasional. Dalam daftar pemenang Best Tourism Villages, misalnya, terdapat Desa Wisata Nglanggeran pada 2021, Penglipuran pada 2023, serta Jatiluwih dan Wukirsari pada 2024.

Karena itu, jika Anda sedang mencari destinasi untuk liburan berikutnya, desa wisata dapat menjadi pilihan yang menarik. Berikut beberapa desa wisata populer di Indonesia yang layak masuk daftar perjalanan.

1. Desa Wisata Arborek, Raja Ampat

Jika desa wisata populer identik dengan pegunungan dan persawahan, Arborek menawarkan pengalaman yang berbeda. Desa wisata ini berada di kawasan Raja Ampat, Papua Barat Daya, dan merupakan pulau kecil yang dapat dijelajahi dengan berjalan kaki.

Arborek memiliki luas sekitar 7 hektare. Pantai berpasir putih, air laut yang jernih, terumbu karang, dan kehidupan bawah laut menjadi daya tarik utamanya. Bahkan dari kawasan dermaga, wisatawan dapat menikmati pemandangan laut dan biota bawah air.

Aktivitas yang dapat dilakukan antara lain snorkeling, diving, menikmati matahari terbenam, mencicipi kuliner lokal, serta mengenal kerajinan masyarakat seperti noken dan anyaman khas Papua.

Arborek juga pernah masuk 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia pada 2021.

Cocok untuk: wisata bahari, snorkeling, diving, fotografi, dan pencinta alam.

2. Desa Wisata Penglipuran, Bali

Jika membicarakan desa wisata populer di Indonesia, Penglipuran merupakan salah satu nama yang hampir selalu muncul. Desa yang berada di Kabupaten Bangli, Bali, ini dikenal karena tata ruang tradisional, kebersihan lingkungan, arsitektur rumah yang khas, serta tradisi masyarakat yang masih terjaga.

Desa Penglipuran diperkirakan telah berdiri lebih dari 700 tahun dan masih mempertahankan berbagai unsur kehidupan masyarakat Bali Aga. Tata ruang dan kehidupan sosial masyarakatnya juga berkaitan erat dengan konsep Tri Hita Karana, yaitu keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan.

Pengunjung dapat berjalan kaki menyusuri jalan utama desa, melihat arsitektur rumah tradisional, mencicipi kuliner lokal, serta mengunjungi kawasan hutan bambu. Wisatawan juga dapat mengikuti aktivitas budaya tertentu seperti belajar membuat penjor atau mengenal kesenian Bali.

Penglipuran semakin dikenal secara internasional setelah mendapatkan penghargaan Best Tourism Village dari UN Tourism pada 2023.

Cocok untuk: wisata budaya, keluarga, fotografi, dan wisata edukasi.

Baca juga: Ciqikou Ancient Town: Wisata Kota Tua Bersejarah di Chongqing

3. Desa Nglanggeran, Yogyakarta

Bagi wisatawan yang menyukai perpaduan alam dan budaya, Desa Wisata Nglanggeran di Gunungkidul, Yogyakarta, merupakan pilihan menarik.

Daya tarik utama desa ini adalah Gunung Api Purba Nglanggeran, kawasan geologi yang berada dalam Geosite Gunung Sewu UNESCO Global Geopark. Selain menikmati panorama dari kawasan gunung, wisatawan juga dapat mengunjungi Embung Nglanggeran dan Air Terjun Kedung Kandang.

Pengalaman di Nglanggeran tidak berhenti pada wisata alam. Pengunjung juga dapat mengenal budaya dan kehidupan masyarakat melalui berbagai kegiatan seperti kerajinan tangan, batik topeng, serta kesenian tradisional.

Desa Nglanggeran juga memiliki rekam jejak penghargaan yang kuat. Desa ini menerima ASEAN Community Based Tourism Award pada 2017 dan kemudian masuk dalam daftar Best Tourism Villages pada 2021.

Cocok untuk: pencinta alam, hiking, wisata edukasi, keluarga, dan fotografi.

4. Desa Wae Rebo, Nusa Tenggara Timur

Wae Rebo memiliki karakter yang sangat berbeda dari kebanyakan desa wisata di Indonesia. Terletak di kawasan pegunungan Flores, desa adat ini terkenal dengan rumah tradisional Mbaru Niang yang berbentuk kerucut dan panorama pegunungan yang sering diselimuti kabut.

Wae Rebo berada di ketinggian sekitar 1.100 meter di atas permukaan laut. Untuk mencapainya, wisatawan perlu melakukan perjalanan trekking dari Denge selama kurang lebih beberapa jam, tergantung kondisi dan jalur yang dilalui.

Perjalanan yang cukup menantang justru menjadi bagian dari pengalaman. Sesampainya di desa, wisatawan dapat merasakan suasana kehidupan masyarakat adat, mempelajari tradisi, menikmati lingkungan alam, serta berinteraksi dengan penduduk lokal.

Wae Rebo juga mendapatkan pengakuan internasional melalui penghargaan UNESCO pada 2012 dan berbagai apresiasi lainnya dalam bidang budaya dan pariwisata berbasis masyarakat.

Karena lokasinya yang relatif terpencil dan akses internet yang terbatas, Wae Rebo juga menarik bagi wisatawan yang ingin sejenak melakukan digital detox.

Cocok untuk: petualangan, wisata budaya, trekking, fotografi, dan pencinta alam.

Baca juga: Digital Backpacker: Traveling Modal Smartphone

5. Desa Wisata Jatiluwih, Bali

Jatiluwih merupakan salah satu desa wisata yang menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati lanskap pedesaan Bali dengan suasana yang lebih tenang.

Daya tarik utamanya adalah hamparan persawahan terasering yang menjadi bagian penting dari lanskap budaya Bali. Lingkungan pedesaan yang hijau membuat kawasan ini cocok untuk berjalan santai, bersepeda, menikmati pemandangan, dan mempelajari sistem pertanian tradisional.

Jatiluwih juga mendapatkan pengakuan internasional dengan masuk dalam daftar Best Tourism Villages 2024, bersama Wukirsari dari Yogyakarta.

Keunikan Jatiluwih membuat destinasi ini cocok bagi wisatawan yang ingin menggabungkan wisata alam, budaya, fotografi, dan pengalaman pedesaan.

Cocok untuk: wisata alam, fotografi, pasangan, keluarga, dan wisata santai.

6. Desa Wisata Wukirsari, Yogyakarta

Wukirsari di Kabupaten Bantul merupakan desa wisata yang menarik karena menggabungkan unsur edukasi, budaya, alam, dan ekonomi kreatif.

Salah satu aktivitas yang paling dikenal adalah pengalaman belajar batik tulis di kawasan Giriloyo. Wisatawan tidak hanya melihat produk batik, tetapi juga dapat mengenal proses pembuatannya secara lebih dekat.

Selain batik, Wukirsari memiliki berbagai potensi wisata lain, seperti kawasan Sungai Opak, makam raja-raja Pajimatan, wisata religi, pasar tradisional, hingga kerajinan tatah sungging wayang.

Konsep edukasi menjadi salah satu kekuatan desa ini. Data yang tercantum di Indonesia Travel menunjukkan bahwa sebagian besar kunjungan wisatawan Wukirsari berasal dari rombongan sekolah yang mengikuti kegiatan edukasi batik.

Wukirsari juga masuk dalam daftar Best Tourism Villages 2024 dari UN Tourism.

Cocok untuk: wisata keluarga, pelajar, wisata edukasi, budaya, dan pencinta kerajinan.

7. Desa Pentingsari, Yogyakarta

Masih di Yogyakarta, Desa Wisata Pentingsari menawarkan pengalaman pedesaan dengan latar kawasan Gunung Merapi.

Desa ini berada sekitar 700 meter di atas permukaan laut dan mengembangkan wisata berbasis alam, budaya, pertanian, serta kearifan lokal. Pengunjung dapat melihat kehidupan masyarakat secara lebih dekat dan mengikuti berbagai kegiatan tradisional.

Salah satu keunggulan Pentingsari adalah konsep homestay. Wisatawan dapat tinggal di rumah warga sehingga pengalaman liburan terasa lebih dekat dengan kehidupan masyarakat lokal.

Berbagai aktivitas dapat dilakukan, seperti belajar kesenian tradisional, membuat kerajinan, mengenal tanaman lokal, menikmati suasana pedesaan, hingga melakukan aktivitas alam di sekitar desa.

Cocok untuk: keluarga, wisata edukasi, wisata budaya, dan wisatawan yang ingin merasakan kehidupan desa.

Baca juga: 5 Ekowisata di Indonesia untuk Pecinta Alam Sejati

8. Desa Tamansari, Banyuwangi

Bagi wisatawan yang ingin menggabungkan desa wisata dengan petualangan alam, Tamansari di Banyuwangi dapat menjadi pilihan.

Lokasinya berada di kawasan sekitar Gunung Ijen sehingga desa ini dapat menjadi bagian dari perjalanan menuju salah satu destinasi alam terkenal di Jawa Timur. Tamansari juga memiliki sejarah dalam pengembangan wisata berbasis masyarakat dan pernah memperoleh penghargaan Desa Wisata Award dalam kategori pemanfaatan jejaring bisnis.

Selain menjadi tempat persinggahan menuju kawasan Ijen, desa ini menawarkan pengalaman untuk mengenal kehidupan masyarakat lokal dan potensi ekonomi kreatif daerah.

Cocok untuk: petualangan, wisata alam, dan perjalanan menuju kawasan Ijen.

Kesimpulan

Indonesia memiliki banyak desa wisata populer yang menawarkan pengalaman berbeda dari wisata perkotaan maupun destinasi mainstream.

Penglipuran dengan tradisi Bali-nya, Nglanggeran dengan Gunung Api Purba, Wae Rebo dengan rumah adat Mbaru Niang, Jatiluwih dengan persawahan terasering, hingga Arborek dengan keindahan bawah laut Raja Ampat menunjukkan betapa beragamnya potensi wisata berbasis masyarakat di Indonesia.

Beberapa di antaranya bahkan telah memperoleh pengakuan internasional melalui program Best Tourism Villages. Nglanggeran, Penglipuran, Jatiluwih, dan Wukirsari tercatat sebagai desa Indonesia yang meraih pengakuan tersebut pada 2021, 2023, dan 2024.

Dengan berkunjung secara bertanggung jawab, menghormati budaya, menggunakan layanan masyarakat lokal, dan menjaga lingkungan, wisatawan dapat menikmati perjalanan sekaligus ikut mendukung keberlanjutan destinasi.

Jadi, jika Anda ingin mencoba gaya traveling yang lebih autentik dan tidak hanya mengejar tempat untuk berfoto, desa wisata populer di atas sangat layak Anda masukkan ke dalam daftar perjalanan berikutnya.

Credit: Image by Atourin.com

About the author

admin

Seorang freelance, senang mengikuti perkembangan teknologi seputar gadget, juga pecinta photography khususnya B&W.